Hantu Belanda mengajak kita ngopi?
Jangan khawatir, gaes. Hantu-hantu di Belanda rata-rata tidak seram. Justru ada yang mengajak kita duduk santai sambil ngopi. Ada juga hantu sedih atau bingung.
Gereja tua
Sekian ratus tahun lalu orang yang meninggal dimakamkan di kerkhof (artinya halaman gereja). Orang penting malah dimakam di dalam gereja, tepatnya di bawah kursi-kursi jemaah. Makam seperti itu ditutup dengan nisan besar. Sampai hari ini nisan-nisan tersebut masih ada. Tidak jarang roh orang yang dimakamkan di gereja berusaha untuk menarik perhatian kita. ‘Ah, omong kosong!’ berpendapat orang Belanda.
Batu nisan di sebuah geraja tua
Kastil
Belanda kaya akan cagar budaya kastil-kastil. Salah satunya dilengkapi dengan ruang penjara. Ternyata tahanan sering disiksa sama sipir. Sejumlah tahanan tidak survive perlakuan sadis itu. Bila kita masuk sel penjara itu tahanan yang menghembus nafas terakhir di sana seakan-akan langsung menyapa kita dengan perasaan sedih sekali.
Kuburan
Kuburan Belanda selalu dirawat rapi dan selalu bersih. Nisan-nisan sering dikasih lilin, rangkaian bunga, tanaman kecil dan foto-foto. Pada hari libur cerah saudara-saudara yang berkunjungan tidak jarang bawa kursi lipat, buku, minuman dan snack untuk bersantai dengan saudara tercinta yang telah tiada.
Hanya beberapa ratus meter sebelah Rembrandthuis, rumah Rembrandt, pelukis paling famous sedunia ada jalan dan lapangan kecil di tengah kota Amsterdam. Lapangan itu tidak pernah sepi dan selalu dilintasi pesepeda, pejalan kaki dan anak-anak yang bermain.
Itulah bekas kuburan Zuiderkerkhof (makam milik Zuiderkerk atau Gereja Selatan). Konon dua anak kecil Rembrandt dimakam di sini.
Saat ini hanya tengkorak dan tulang yang diukir dari batu di atas gerbang menunjukkan fungsi tempat itu.
Di tengah keramaian sehari-hari kita selalu merasakan roh beberapa anak yang menangis sedih.
Menangis sampai mengobrol santai
Kita tetap merasa hubungan dengan roh-roh orang yang dimakamkan di sana atau meninggal di sel tahanan baik di dalam gereja tua, kastil kuno maupun kuburan, termasuk kuburan yang sudah dibongkar.
Usai tujuh ratusan tahun pun penderitaan tahanan yang disiksa tidak berhenti. Mereka menangis, mereka putus asa, mereka minta pertolongan.
Di antara roh-roh di kuburan ada yang sedih, ada yang belum mengerti di mana mereka. Ada yang minta diantar pulang ke rumah. Ada juga yang ceria sambil bertanya dari mana kita. Di salah satu kuburan di Amsterdam pernah ada roh anak kecil yang meninggal kira-kira seratus tahun silam. Anak itu selalu menangis mencari ayah dan ibunya.
Kasihan! Usai kami mendekatinya untuk menjelaskan bahwa ayah dan ibunya di sana juga dia pergi. Pada kunjungan berikut dia tidak terasa lagi.
Hortus Botanicus
Taman tropis Hortus Botanicus milik Universiteit van Amsterdam diisi koleksi tanaman-tanaman tropis bagus sekali. Di antaranya ada bambu besar sekali. Itulah ‘rumah’ roh yang sikapnya ceria. Dia selalu menyapa pengunjung Hortus mengajak mereka mampir untuk mengobrol dan minum kopi. Kasihan, jarang sekali pengunjung yang dapat merasakan keberadaan roh itu.
Penghuni bambu besar di Hortus Botanicas berasal dari mana, ya? Mungkinkah dia ‘menumpangi’ bambu itu saat dibawa dari Indonesia? Mungkin juga dia anak blasteran yang terpaksa pindah ke Belanda tapi selalu merindukan suasana desa kelahirannya di Indonesia pada saat dia bermain dengan teman-teman. Lalu setelah meninggal dia menemukan bambu besar yang mirip bambu di desanya.
Benar, kan? Hantu di Belanda ada yang mengajak kita ngopi bareng.